BIOLOGI
Biologi
ialah ilmu yang mempelajari tentang segala sesuatu mengenai makhluk hidup.
Biologi adalah salah satu ilmu, yang menjadi objek dari ilmu ini ialah makhluk
hidup dan yang menjadi subjeknya tentulah manusia. Dalam kehidupan sehari-hari
manusia menjalani fenomena-fenomena atau gejala-gejala kehidupan yang kemudian
melekat dihatinya, difikirannya, diingat dalam ingatannya. Dengan demikian
terbentuklah apa yang dinamakan “pengetahuan arena pengalaman”.
Pengetahuan tentang kehidupan mulai dibicarakan sejak manusia
banyak menghadapi masalah, salah satu diantaranya adalah penyakit. Manusia pada
waktu itu berpendapat, bahwa masalah penyakit itu disebabkan oleh hal-hal yang
berhubungan dengan dunia mistik (metafisik). Pewarisan pengetahuan yang
diberikan kepada orang-orang kepercayaan saja (pewarisan tertutup), sehingga
perkembangan pengetahuan sangat terbatas dan lamban.
Penemuan-penemuan baru lebih berdasarkan pada faktor coba-coba dan kebetulan.
Yang mendapatkan pewarisan tertutup pada waktu itu masih terbatas di kalangan
para dukun, pendeta dan tabib.
Dengan berkembangnya pengetahuan ini, maka sudah ada sekelompok
anggota masyarakat secara diam-diam meneliti asal-usul penyakit atas dasar
pandangan objektif (akal sehat), dan pertama kali dipelopori oleh hipoerates
(760- 370 SM).
Pengertian Biologi
Istilah biologi lahir pada zaman peradaban Yunani. Berasal dari
kata bios yang artinya hidup dan logos dengan arti ilmu, jadi pengertian
biologi pada waktu itu merupakan bidang studi yang khusus mempelajari
makhluk-makhluk hidup saja. Istilah ini pertama kali digunakan pada tahun 1801
yang dikemukakan oleh Lamarck dan Treviranus, sedangkan Ariseles (384-322 SM)
dipandang sebagai tokoh perintis perkembangan ilmu pengetahuan tentang makhluk
hidup.
Pengertian biologi dapat kita katakan suatu ilmu tentang seluk
beluk makhluk hidup dan kehidupan. Sekarang mengapa kita mempelajari biologi?
Satu alasan yang menonjol atas yang lain ialah untuk mengetahui banyak tentang
diri kita sendiri dan bumi yang kita huni. Kita adalah hewan, dalam banyak hal
kita hanyalah berbeda sedikit dengan hewan-hewan lain. Dalam beberapa hal kita
berlainan benar sehingga kita menempati posisi yang unik di dunia ini. Salah
satu yang membedakan manusia dengan hewan adalah sifat kemelitan
(keingintahuan). Homo Sapien adalah “orang yang mengetahui”. Keinginan untuk
mengetahui merupakan tonggak perwujudan manusia. Jadi kita mempelajari biologi
karena alasan yang sama mengapa kita mempelajari fisika, kimia, matematika,
sejarah, kesusastraan dan budaya. Untuk memperoleh pengetahuan segi lain
tentang kehidupan kita dan bumi kita.
Dalam kehidupan sehari-hari pengetahuan tentang biologi sangat
bermanfaat bagi kehidupan, seperti membantu bidang pertanian, peternakan,
kedokteran, industri makanan, pemeliharaan lingkungan hidup dan lain-lainnya. Pengetahuan ini berasal dari telah tentang sejarah, agama,
falsafah, kesusasteraan dan budaya, atau istilahnya bersifat humaniora. Untuk
menentukan keputusan yang efektif tidak saja diperlukan pemahaman yang jelas
tentang nilai-nilai yang patut dilindungi atau dikembangkan di masyarakat,
tetapi juga pengetahuan tentang asas-asas fisika dan biologi yang mendasari
kehidupan kita. Untuk itu diperlukan pengetahuan yang bermula dari telah sains
biologi ilmu tentang kehidupan merupakan satu diantara ilmu-ilmu sains.
Keterkaitan biologi dengan ilmu-ilmu lain dalam IPA
Biologi merupakan ilmu tentang kehidupan, karena itu biologi
memiliki hubungan dengan berbagai pengetahuan yang ada di bumi ini. Sebelum
kita melihat keterkaitan biologi dengan ilmu-ilmu lain dalam MIPA kita lihat
dulu kedudukan biologi diantara ilmu pengetahuan lain.
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) merupakan ilmu dasar
atau basic science. Ilmu pengetahuan dasar ini terdiri dari matematika, fisika,
dan biologi. Matematika dapat dikatakan juga sebagai bahasa yang paling penting
untuk mengkomunikasikan science itu sendiri. MIPA dikatakan sebagai ilmu dasar,
karena pengetahuan MIPA merupakan dasar untuk teknologi. Tingkat kedasaran dari
MIPA ini berbeda-beda, tingkat yang paling dasar adalah matematika, diikuti
fisika, kimia dan biologi. Dengan demikian untuk menjadi seorang biologi (ahli
biologi) kita harus mengetahui dan memahami ilmu dasar yang mendahuluinya.
Kaitan biologi dengan ilmu-ilmu lain dalam MIPA dapat kita lihat
dalam kajian ilmuya. Dalam ilmu dasar, matematika merupakan ilmu paling dasar
sebelum beralih kepada IPA. Matematika berperan sebagai alat untuk menjelaskan
segala fenomena yang terjadi di dalam. IPA itu sendiri menjadi objek energi dan
materi yang berhubungan dengan perubahan efek atau akibatnya. Kajian materi
dapat dibedakan menjadi makhluk hidup dan benda tak hidup.
Objek Biologi
Biologi dapat dibedakan berdasarkan objeknya (the nature
organisme) dan pendekatan atau metode mempelajarinya. Berdasarkan objek,
biologi dibedakan atas botani, yaitu ilmu yang mempelajari seluk beluk mengenai
tumbuhan, zoologi, ilmu yang mempelajari seluk beluk hewan. Mikrobiologi,
mempelajari seluk beluk mikroorganisme, yaitu makhluk hidup yang tidak tampak
dilihat dengan mata telanjang, karena ukurannya yang sangat halus. Termasuk
dalam kelompok mikroorganisme ini ialah golongan protista dan monera, tidak
termasuk dalam kajian botani atau zoologi.
Berdasarkan pendekatan atau metode mempelajarinya dapat dibedakan
menjadu dua, yaitu secara kelompok. Pendekatan individu meliputi morfologi,
anatomi, histology, sitologi, fisiologi dan mebriologi. Pendekatan kelompok
atau grup diantaranya taksonomi, ekologi, phitogeografi, zoogeografi, bereditas
dan evolusi.
Cabang-Cabang Biologi
Biologi sampai saat ini mengalami kemajuan yang pesat.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah memperkaya cabang-cabang
biologi. Berikut ini diantara contoh cabang-cabang biologi yang didasarkan
kepada pendekatan yang digunakan seperti diatas dan didasarkan pada
penerapannya antara lain :
| Cabang Biologi | Penjelasan |
| Botani | Ilmu biologi yang mempelajari tentang tumbuhan |
| Zoologi | Ilmu biologi yang mempelajari tentang hewan |
| Mikrobiologi | Ilmu biologi yang mempelajari tentang jasad renik (mikro organisme) |
| Genetika | Ilmu biologi yang mempelajari tentang pewarisan sifat makhluk hidup |
| Ekologi | Ilmu biologi yang mempelajari tentang makhluk hidup dan lingkungan tempat tinggalnya |
| Anatomi | Ilmu biologi yang mempelajari tentang susunan tubuh makhluk hidup |
| Morfologi | Ilmu biologi yang mempelajari tentang bentuk luar tubuh makhluk hidup |
| Ornitologi | Ilmu biologi yang mempelajari tentang burung atau unggas |
| Virologi | Ilmu biologi yang mempelajari tentang virus |
| Taksonomi | Ilmu biologi yang mempelajari tentang klasifikasi atau pengelompokan makhluk hidup |
| Entomologi | Ilmu biologi yang mempelajari tentang serangga |
| Fisiologi | Ilmu biologi yang mempelajari tentang alat tubuh makhluk hidup |
| Sitologi | Ilmu biologi yang mempelajari tentang sel |
| Histologi | Ilmu biologi yang mempelajari tentang jaringan (kumpulan sel yang bekerja sama untuk menjalankan suatu fungsi) |
| Embriologi | Ilmu biologi yang mempelajari tentang perkembangan embrio, mulai dari pembuahan sel telur hingga tahap janin |
| Mamalogi | Ilmu biologi yang mempelajari tentang mamalia |
| Primatologi | Ilmu biologi yang mempelajari tentang primata, misalnya membahas tentang perbedaan monyet dan kera |
| Organologi | Ilmu biologi yang mempelajari tentang organ (kumpulan jaringan) |
| Kardiologi | Ilmu biologi yang mempelajari tentang jantung |
| Mikologi | Ilmu biologi yang mempelajari tentang jamur |
Biologi sebagai bagian dari IPA (science)
Biologi merupakan salah satu ilmu dasar yang tidak dapat berdiri
sendiri dalam memecahkan suatu masalah. IPA dan matematika saling menunjang,
mengembangkan dan membutuhkan. Dalam hal ini semua ilmu tersebut berkaitan satu
sama lain.
Dalam MIPA ada konsep yang menyatukan semua ilmu dasar tersebut,
semuanya dapat dikatakan sebagai science (sains), dimana dalam pemecahan
masalah menggunakan apa yang kita sebut dengan metode ilmiah.
Pengertian sains
Sains merupakan salah satu cara
memperhatikan atau mempelajari tentang kehidupan. Sains memiliki banyak cabang
ilmu pengetahuan, termasuk di dalamnya biologi. Sains berdasarkan fenomena yang
dapat diamati baik di dalam (alamiah) maupun yang dibuat sendiri (artificial)
fenomena tersebut dapat diobservasikan dengan menggunakan alat indra atau
perpanjangan indera, seperti mikroskop, teleskop, teropong, lup dan lian-lain.
Fenomena penginderaan oleh seseorang dapat pula diketahui atau diamati oleh
orang lain. Jika hanya dialami oleh diri sendiri itu bukanlah sains, contohnya
mimpi.
Pengetahuan adalah hasil “tahu” dari apa yang diketahui. Ilmu
pengetahuan adalah pengetahuan yang diperoleh dengan menggunakan metode ilmiah.
Metode ilmiah ialah cara-cara untuk memecahkan suatu masalah dengan
langkah-langkah tertentu, sistematis, logis dan empiris.
Apabila pengetahuan yang kita miliki diperoleh dengan menggunakan
metode tertentu, menggunakan sistematika tertentu, menggunakan logika,
menggunakan penalaran deduktif induktif, maka pengetahuan itu disebut ilmu pengetahuan
atau disingkat “ilmu” saja atau dengan science (sains).
Ada beberapa sifat atau ciri-ciri dari ilmu yang perlu kita
ketahui ialah
sebagai berikut :
1. Sesuatu ilmu didasarkan kepada pemikiran yang sehat, atau
pemikiran ilmiah.
2. Sesuatu ilmu adalah sistematis, artinya tidak acak-acakan,
kesistematisan
mutlak bagi kemajuan ilmu (sains)
3. Suatu ilmu pengetahuan adalah logos, artinya berdasarkan
logika, yaitu suatu cara dan kemampuan berfikir menurut beberapa aksioma dan
dalil-dalil atau kaidah yang benar
4. Suatu ilmu pengetahuan haruslah cukup dibuktikan kebenarannya
oleh lebih
dari satu pengalaman
5. Suatu ilmu haruslah objektif, artinya berdasarkan nilai-nilai
keilmiahan dan
kebenaran, tidak memihak, dasar yang pokok yaitu fenomena.
6. Suatu sains haruslah kritis, untuk kemajuan sains itu sendiri
sifat kritis harus dimiliki oleh ilmuwan, yaitu selalu mempertanyakan konsep,
dan tidak menerima sesuatu begitu saja.
Langkah-langkah yang ditempuh seorang ilmuwan atau saintist dalam
menggunakan suatu masalah pada umumnya dilakukan dengan metode
ilmiah.
Semua karya ilmiah dimulai dengan pengamatan fakta dalam alam.
Usaha untuk menerangkan mengapa fakta-fakta itu sebagaimana adanya dinamakan
hipotesis. Suatu hipotesis adalah keterangan sementara yang dapat diuji dalam
situasi yang baru. Pengujian acap kali melibatkan perancangan dan pelaksanaan
percobaan. Setiap percobaan harus dirancang dengan kontrol yang dipilih secara
hati-hati. Bila dihasilkan data kualitatif maka harus dikenakan analisis
statistik agar dapat diduga probabilitasnya, sehingga hasilnya bukan karena
peluang belaka.
Jika hasil uji tadi tidak sebagaimana yang diramalkan hipotesis,
maka hipotesis itu ditunjukkan tisak sahih. Jika hasil-hasil pengujiannya
sesuai dengan yang diramalkan hipotesis, maka kepercayaan terhadap keabsahan
hipotesisnya meningkat. Kemudian dapat dilanjutkan mengacu kepada hipotesis
tersebut sebagai suatu teori atau bahkan sebagai suatu “hukum”. Namun hukum
dalam ilmu selalu terkena perbaikan lebih lanjut. Oleh sebab itu sementara
suatu keterangan ilmiah dapat dibuktikan tidak sah (palsu), tidak pernah
ditunjukkan benar secara mutlak.
Sebelum pengamatan dan hipotesis baru dapat menjadi bagian dari
sains, haruslah di komunikasikan dulu, hal ini acap kali dilakukan dengan
menulis makalah ilmiah. Suatu makalah ilmiah haruslah mencakup informasi yang
diperlukan peneliti-peneliti lain di laboratorium lain agar dapat mendapatkan
penelitian yang dilaporkan.
Adapun langkah-langkah metode ilmiah adalah merumuskan masalah,
observasi dan orientasi dari lapangan atau bahan bacaan, membuat hipotesis,
pengumpulan data, pengujian hipotesis, dapat dengan percobaan atau eksperimen,
dan menarik kesimpulan.
Konsep tentang hidup
Objek biologi adalah makhluk hidup, jadi materi atau benda hidup.
Orang tidak dapat membuat atau mengatakan defenisi tentang hidup. Makhluk hidup
hanya dapat dikenal dari gejala, sifat-sifat atau ciri-cirinya. Semua benda
akan dikatakan makhluk hidup kalau mempunyai sifat-sifat tersebut. Sifat-sifat
benda atau makhluk hidup ialah:
1. Semua makhluk hidup memerlukan atau melakukan nutrisi, yaitu
masukkan
materi lain dari lingkungannya yang diperlukan untuk kegiatan
hidup.
2. Semua makhluk hidup melakukan metabolisme, yaitu mengubah
berbagai materi yang masuk ke dalam tubuh untuk mendapat energi yang akan
digunakan untuk kegiatan hidup.
3. Semua makhluk hidup tumbuh dan berkembang, yaitu melakukan
perubahan ukuran dari kecil menjadi besar, dari sederhana menjadi kompleks,
misalnya dari kanak-kanak jadi dewasa. Perubahan yang disebut perkembangan
adalah perubahan yang irreversible.
4. Semua makhluk hidup berkembang biak atau reproduksi, untuk
melestarikan jenis, yaitu menghasilkan individu atau aturan yang sama atau
sejenis dengan induknya
5. Semua organisme melakukan pengaturan segala proses yang ada
dalam
tubuhnya yang disebut regulasi.
Konsep abiogenesis dan biogenesis
Pertanyaan “apakah hidup?” dari manakah asal kehidupan? Merupakan
masalah dari abad ke abad. Pada permulaan sekali dipercaya bahwa organisme
hidup terjadi dari zat tak hidup secara spontan, teori ini dikenal dengan nama
teori abiogenesis atau generatio spontaneae. Teori ini dikemukanan oleh
Aristoteles (384-322 SM).
Teori generatio spontanea diperkuat oleh penemuan leeuwenhock
(1632- 1723), bahwa dari rendaman jerami dapat dilihat berbagai macam
mikroorganisme dengan mikroskop. Penemuan leeowenhoek ini menimbulkan beberapa
tafsiran orang terhadap asal kehidupan. Karena benda-benda aneh yang
ditemukannya itu berasal dari air yang digunakan untuk merendam jerami, maka
timbullah pandangan bahwa makhluk hidup dapat berkembang dari benda-benda mati.
Apakah makhluk hidup timbul dari benda-benda yang sedang membusuk
atau pembusukan itu ditimbulkan oleh adanya makhluk-makhluk hidup? Persoalan
semacam itu menjadi teka-teki dan ramai dibicarakan dan dipertentangkan orang.
Francesco Redi. Spalanzani dan Pasteur adalah para ahli yang menunjukkan
ketidakbenaran teori generatio spontance. Pasteur membuktikan ketidakbenaran teori generatio spontanea
dengan percobaan sebagai berikut. Bila air dibiarkan terbuka saja,
mikroorganisme berkembang dengan cepat di dalamnya. Pasteur telah menemukan,
jika leher botol yang berisi air kaldu ditarik keluar hingga membentuk pipa
seperti S dan air kaldu kemudian dididihkan, mikroorganisme tidak berkembang.
Tetapi jika pipa S dipatahkan, mikroorganisme muncul dengan cepat.
Menurut Pasteur mikroorganisme dalam udara telah memasuki botol.
Pada botol berpipa S mikroorganisme itu tertangkap di dinding pipa S dan tak
sampai ke air kaldu. Dari pembuktian itu timbul gagasan bahwa semua yang hidup
berasal dari yang hidup. Ungkapan ini juga dikenal dengan “omne vivum ex ovo,
omne ovum ex vivo”.
Biologi untuk kesejahteraan manusia
Sebagai ilmu, biologi mengkaji atau mempelajari tentang makhluk
hidup. Ilmu pengetahuan hanya ada pada manusia (merupakan salah satu
kesempurnaan manusia dibanding makhluk hidup lain). Semua ilmu itu tujuan
utamanya adalah kesejahteraan manusia. Biologi mempelajari manusia dengan
segala permasalahannya, diantaranya bagaimana agar manusia tetap sehat,
terpenuhi kebutuhannya. Dalam bidang kedokteran umpamanya manusia berusaha memelihara
kesehatan, memenuhi kebutuhan gizinya, untuk keperluan itu perlu pengetahuan
biologi. Untuk memenuhi kebutuhannya manusia terutama sekali memerlukan
organisme lain. Sebagai sumber makanan, perlindungan (pakaian, perumahan) dan
lain-lain. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut perlu adanya pertanian,
peternakan, dan teknologinya. Semua cabang ini utama sekali sangat memerlukan
pengetahuan biologi.
Rangkuman
Biologi ialah ilmu yang mempelajari segala sesuatu mengenai
makhluk hirup. Objek yang dipelajari dalam biologi adalah semua jenis makhluk
hidup yang meliputi tumbuhan, hewan, dan manusia serta mikroorganisme.
Pengetahuan tentang kehidupan mulai dibicarakan sejak manusia banyak menghadapi
masalah, seperti makanan, penyakit, perlindungan. Salah satu diantaranya ialah
penyakit, manusia pada waktu itu berpendapat bahwa masalah penyakit disebabkan
oleh hal-hal yang berhubungan dengan mistik, hingga perkembangan pengetahuan
biologi sangat terbatas dan lamban. Istilah biologis lahir pada zaman Yunani.
Pengertian biologi dapat kita katakan sebagai suatu ilmu tentang seluk beluk
makhluk hidup. Dalam kehidupan sehari-hari pengetahuan tentang biologi sangat
bermanfaat bagi kehidupan, seperti membantu bidang pertanian, peternakan,
kedokteran, industri makanan, pemeliharaan lingkungan hidup dan lain-lainnya.
Untuk pemecahan masalah biologi diperlukan pengetahuan yang bermula dari telah
sains. biologi memiliki hubungan yang erat dengan berbagai ilmu pengetahuan
yang ada di bumi ini. Keterkaitan ini terutama sangat erat dengan bidang MIPA
(matematika, fisika, kimia). Kajian dalam MIPA ialah materi dan energi, di
dalam biologi (kajian tentang makhluk hidup), kimia dan fisika sangat terkait.
Objek biologi ialah makhluk hidup secara garis besar dikelompokkan dalam
tumbuhan, hewan dan manusia serta mikroorganisme. Kesemua objek ini dapat
dikaji dalam berbagai cabang biologi seperti botany, zoology, mikrobiologi
Menurut pendekatan kajiannya terdapat berbagai cabang lagi
diantaranya : anatomi, bakteriologi, ekologi, genetika dan lain-lain. Biologi
merupakan salah satu ilmu dasar yang mempunyai konsep-konsep yang dipecahkan
melalui atau menggunakan metode ilmiah. Biologi yang termasuk dalam IPA atau
sains diperoleh dengan menggunakan metode tertentu, menggunakan sistematika
tertentu, logika tertentu, menggunakan penalaran deduktif dan induktif. Konsep
tentang hidup dapat dikaji melalui ciri-ciri makhluk hidup itu sendiri.
Mula-mula orang sangat sukar mengemukakan apa konsep hidup itu dan menganut
paham yang disebut “abiogenesis” yang menyatakan bahwa makhluk hidup itu
berasal dari benda tak hidup, kemudian dengan perkembangan pengetahuan ilmu
pengetahuan abiogenesis berangsur ditolak dan tidak dapat dibuktikan
kebenarannya, maka berkembang hidup itu berasal dari makhluk hidup sebelumnya.
Biologi sebagai ilmu dasar sangat besar manfaatnya dalam pemecahan pemenuhan
kesejahteraan manusia.